Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Negara Timor Leste | Karakteristik dan Fakta Lengkapnya

profil dan karakteristik timor leste

Profil Umum Timor Leste

Negara Timor Leste sebagai negara yang bertetangga dan merupakan bekas wilayah kedaulatan Indonesia sangat menarik untuk dipelajari. Nama resmi negara ini adalah Republik Demokratik Timor Leste atau sering juga disebut dengan Timor Lorosa’e. Saat ini negara ini menganut sistem pemerintahan berbentuk republik.

Lambang negara ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 1975, akan tetapi setelah kemerdekaan baru dapat terealisasi. Karena selama berada di bawah wilayah Indonesia, penggunaan lambang dan bendera negara tersebut dilarang dan disebut sebagai kelompok separatis yang berniat memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lambang negara ini berisi simbol segitiga yang berbentuk lengkung dengan warna merah di bagian luar, warna kuning yang membentuk garis, dan hitam di bagian tengah. Segitiga tersebut melambangkan Gunung Ramelau yang merupakan gunung tertinggi di daratan pulau Timor. Tiga warna tersebut melambangkan pemisahan kekuasaan dalam suatu negara yang biasa disebut dengan trias politica. Seperti pemisahan kekuasaan eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Di tengah segitiga berwarna hitam terdapat simbol bintang dan 5 jurai sinar yang artinya nilai moral yang dipegang teguh oleh masyarakat. Di bawahnya terdapat buku dan roda gerigi yang melambangkan industri di negara ini. Di sebelah kanan dan kirinya terdapat jagung dan padi dimana merupakan bahan makanan pokok masyarakat. Simbol tersebut juga melambangkan kemakmuran dan kemajuan negara.

Di bawahnya terdapat panah dan senjata AK-47 yang melambangkan perjuangan rakyat Timor Leste dalam merebut kemerdekaan. Selanjutnya terdapat semboyan negara yang artinya persatuan, aksi, kemajuan. Di luar semua simbol tersebut terdapat lingkaran yang menuliskan Republic Democratica de Timor Leste dalam bahasa Portugis sehingga disingkat RDTL.

Bendera negara ini didominasi warna merah dengan bentuk segitiga di bagian kiri yang berwarna kuning dan hitam. Di tengah segitiga tersebut terdapat lambang bintang yang memiliki makna sebagai penunjuk jalan yang terang dan juga melambangkan perdamaian.

Warna merah sebagai warna dominan menunjukkan perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Warna kuning merupakan pengingat dari sisa penjajahan di tanah Timor Lorosae. Sedangkan warna hitam artinya belenggu yang harus dilawan.

Sejarah Terbentuknya Timor Leste

Sejarah negara ini sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari negara Indonesia. Awalnya pada masa prasejarah dan klasik tidak banyak catatan tentang wilayah ini. Akan tetapi wilayah Nusa Tenggara Timur memang suatu wilayah yang dikuasai oleh raja-raja lokal sebelum bangsa kolonial datang menjajah.

Saat bangsa Eropa mulai melakukan pelayaran dan penjelajahan samudra, maka bangsa Portugislah yang pertama kali mendarat di daerah Timor ini sekitar tahun 1500-an. Awalnya dengan niat dan tujuan berdagang, akhirnya mereka menguasai rempah-rempah dan hasil alam lainnya.

Selain menguasai hasil alam, mereka juga secara halus menyebarkan ajaran agama Kristen ke wilayah ini. Banyak didirikan pemukiman Portugis dan seminari di Lifau dan Oecusse. Alhasil 1700-an pasukan Portugis mulai menginvasi raja-raja lokal dan akhirnya mendirikan koloni baru yang dinamakan Timor Portugis ibukotanya di Lifau.

Sejalan dengan hal tersebut, orang Portugis juga mengalami campuran ras melalui perkawinan dengan penduduk lokal yang disebut dengan orang Topas. Mereka dikenal sebagai Portugis kulit hitam. Orang ini banyak menguasai daerah Flores Timur dan bahkan mereka juga melakukan invasi ke Lifau. Maka dari itu untuk mengamankan ibukota Timor Portugis maka ibukota Lifau dipindahkan ke Dili pada tahun 1769.

Selain Portugis, Pulau Timor juga diperebutkan oleh Belanda yang saat itu juga menjajah wilayah Indonesia. Akhirnya melalui perjanjian Lisbon disepakati bahwa ada pembagian wilayah jajahan antara Belanda dan Portugis yaitu Belanda di bagian barat dan Portugis di bagian Timur.

Perjuangan menentang kolonialisme di Indonesia juga terjadi di wilayah Timor. Raja-raja lokal banyak yang melawan penjajah meski dengan perjuangan panjang. Akhirnya pada tahun 1974 pada saat Portugal dilanda Revolusi Anyelir akhirnya wilayah ini mendapatkan hak kemerdekaannya. Adalah gerakan Frente Revolucionaria de Timor-Leste Independente (FRETILIN) yang memperjuangkan kemerdekaan dari Portugis.

Akan tetapi setelah lepas dari Portugis, Indonesia mulai menginvasi wilayah tersebut dengan menodongkan senjata. Selain itu mereka juga menjadikan provinsi ke-27 dari wilayah NKRI dengan nama Timor Timur pada tahun 1976.

Perjuangan rakyat Timor Timur tidaklah berhenti sampai di situ karena mereka terus melakukan perlawanan terhadap pemerintah Indonesia. Perjuangan panjang rakyat untuk lepas dari penjajahan akhirnya berbuah manis saat jajak pendapat tahun 1999 menginginkan bahwa sebagian besar rakyat ingin berpisah dari Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur resmi merdeka dan menjadi negara berdaulat dengan nama Timor Leste.

Karakteristik Geografi Timor Leste

Negara Timor Leste terletak berbatasan dengan negara Indonesia tepatnya masih berada di bagian timur pulau Timor. Luas wilayahnya adalah 14.874 km2. Wilayahnya berbatasan dengan wilayah Indonesia. Sebelah utara berbatasan dengan Pulau Wetar, Sebelah timur berbatasan dengan Pulau Kisat, Leti, dan Moa. Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Timor. Dan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi NTT Indonesia.

Wilayahnya beragam memiliki dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pantai. Puncak tertinggi ada di Gunung Ramelau (2.986 m) atau dalam bahasa Tetun disebut dengan Tatamailau. Mereka juga mempunyai sumber minyak bumi di Laut Timor yang bersengketa dengan Australia.

Secara astronomis wilayah ini terletak di antara 8 derajad LU - 11 derajad LS dan 124 derajad BT - 127 derajad BT. Maka dari itu secara otomatis wilayah ini beriklim tropis dengan memiliki 2 musim yaitu kemarau dan penghujan. Wilayah waktunya juga sama dengan waktu Indonesia Timur yaitu GMT +9.

Karakteristik Pemerintahan Timor Leste

Sistem pemerintahan negara Timor Leste berbentuk Republik Semi-Presidensil. Presiden dipilih oleh rakyat melalui pemilihan dengan masa jabatan 5 tahun. Akan tetapi, seorang presiden akan dibantu oleh perdana menteri yang memegang kekuasaan terhadap pemerintahan.

Perdana menteri dipilih dari partai mayoritas dari sebuah koalisi. Negara ini juga menganut sistem multi partai. Presiden memiliki kekuasaan hak veto terhadap undang-undang dan juga sebagai panglima militer tertinggi.

Presiden Xanana Gusmao menjadi presiden pertama negara tersebut. Bahkan konflik paska kemerdekaan juga pernah terjadi di negara ini saat Ramos Horta terpilih menjadi presiden pada tahun 2007. Xanana dan Ramos Horta pernah menjadi korban percobaan pembunuhan sehingga wilayah tersebut tidak kondusif. Akhirnya PBB turun tangan untuk mendamaikan dan saat ini keadaan keamanan politik sudah mulai normal kembali.

Fakta Menarik Lainnya

Ada beberapa fakta menarik tentang negara Timor Leste yaitu:
  • Memiliki 4 bahasa. Bahasa Portugis merupakan bahasa resmi karena juga bekas wilayah jajahannya. Bahasa Tetun juga bahasa resmi yang merupakan bahasa lokal. Sedangkan mereka juga menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.
  • Jembatan B.J. Habibie. Masyarakat berterima kasih kepada presiden RI-ke 2 tersebut karena jasanya mengadakan referendum untuk kemerdekaan Timor Leste sehingga ada jembatan yang mengabadikan namanya.
  • Menggunakan mata uang Dollar Amerika untuk transaksi.
  • Rute penerbangan ke Dili hanya dari Denpasar (Indonesia), Singapura, dan Darwin (Australia).

Profil Negara Timor Leste cukup unik jika dilihat dari sejarah negara mereka. Semoga dapat menambah pengetahuan Anda akan karakteristik negara tetangga.