Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Negara Brunei Darussalam | Karakteristik dan Fakta Lengkapnya

profil dan karakteristik brunei darussalam

Profil Umum

Negara Brunei Darussalam yang beribukota di Bandar Seri Begawan merupakan salah satu negara yang menganut sistem monarki absolut (kerajaan). Negaranya diperintah oleh seorang raja dalam konteks Brunei Darussalam disebut sultan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Saat ini sultan yang berkuasa adalah Sultan Hassanal Bolkiah merupakan sultan ke-29 dari Brunei Darussalam.

Sebagai salah satu negara dengan dominasi penduduk Muslim Melayu, menjadikan negara ini juga mempunyai lagu kebangsaan dan semboyan yang juga bernafaskan Islam. Negara ini mempunyai semboyan Addaa’imuna al-muhsinuna bil-huda. Artinya adalah Arab: Senantiasa membuat kebajikan dengan petunjuk Allah.

Lagu kebangsaaannya juga “Allah Peliharalah Sultan”. Maksud dari lagu ini agar Allah senantiasa memberikan umur panjang dan kesehatan untuk sultan sehingga dapat memerintah dengan adil dan masyarakat sejahtera.

Negara ini juga dikategorikan sebagai negara maju karena memiliki Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) kedua tertinggi di Asia Tenggara. IPM dilihat dari angka pendidikan, kesehatan, standar hidup, harapan hidup, kepuasan penduduk terhadap negaranya. Karena cukup baik, maka dapat dikategorikan sebagai negara maju hanya setingkat lebih rendah daripada Singapura yang memegang posisi IPM pertama di Asia Tenggara. Hal ini disebabkan karena Brunei memiliki kandungan minyak bumi yang cukup banyak sehingga mampu membiayai penghidupan rakyat dan negaranya.

Sejarah Negara Brunei Darussalam

Dahulunya wilayah kerajaan Brunei Darussalam pernah berkembang corak agama Hindu-Budha pada saat menjadi wilayah jajahan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang saat ini. Selanjutnya juga pernah menjadi wilayah Kerajaan Majapahit yang berpusat di wilayah Jawa Timur saat ini. Akan tetapi setelah wafatnya Hayam Wuruk maka kerajaan ini membebaskan diri dan berevolusi menjadi sebuah pusat perdagangan yang penting.

Selanjutnya pesatnya perkembangan Agama Islam di Asia Tenggara dan berkembangnya Kerajaan Malaka mengambil alih wilayah ini. Akan tetapi Malaka juga takluk di bawah Portugis sekitar abad ke-15 sehingga Sultan Brunei mengambil alih pucuk pimpinan dan berkembang hingga saat ini.

Pernah disebutkan bahwa saat peresmian istana Pagaruyung di Minangkabau, Sultan Hassanal Bolkiah datang untuk peresmian karena merasa leluhurnya juga berasal dari sana. Sultan pertama Brunei yaitu Sultan Muhammad Shah diyakini merupakan orang Suku Sakai yang berasal dari tanah Minangkabau.

Dikisahkan bahwa rombongan Suku Sakai berlayar ke arah timur untuk mencari tempat baru yang digunakan sebagai area bermukim dan mendirikan kerajaan. Lalu, pada suatu titik mereka berhenti karena menemukan sebuah tempat yang berada diantara perbukitan dan sungai besar. Di wilayah itu juga terdapat ikan yang melimpah sekaligus sungai sebagai media transportasi utama. Tempat itu disebut dengan baru nah yang artinya tempat yang sangat baik. Lama-kelamaan nama tersebut menjadi Brunei.

Lalu nama Darussalam mulai disematkan sejak sultan ke-3 Brunei yang memeluk Agama Islam dengan taat. Dalam bahasa Arab, Darussalam artinya rumah keamanan atau tempat yang damai dan sekaligus menjadikan Agama Islam sebagai agama negara.

Kesultanan Brunei pernah mengalami masa keemasan dari abad ke 15-17 dengan mengembangkan wilayah kekuasaanya hingga Serawak, Borneo, dan Filipina. Akan tetapi pada tahun 1800-an mulailah bangsa Inggris menguasai wilayah ini sehingga pernah menjadi wilayah persekutuan Britania Raya. Akhirnya sekitar tahun 1960 Brunei mendeklarasikan negara yang merdeka di bawah kepemimpinan Sultan Omar Ali Saiffudin III.

Karakteristik Geografi Brunei Darussalam

Negara Brunei Darussalam secara geografis negara yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan (Borneo) memiliki wilayah yang terpisah oleh Negara Bagian Serawak Malaysia. Adapun batas-batas wilayah negara Brunei Darussalam adalah sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan, sebelah timur, selatan, dan barat berbatasan dengan wilayah Serawak (Malaysia).

Luas wilayahnya yaitu 5.765 km2 dengan mayoritas wilayah berupa dataran rendah, rawa-rawa, bakau, dan sungai utamanya di bagian barat. Adapun 3 sungai yang berada di bagian barat yaitu Sungai Belait, Brunei, dan Tutong. Sedangkan bagian timurnya berupa wilayah pegunungan dengan puncak tertinggi Bukit Pagon (1.850 m). Disini juga terdapat sungai yang disebut dengan Sungai Temburong.

Secara astronomis Brunei Darussalam terletak di antara 4 derajad LU-5 derajad LS dan 114 derajad BT-115 derajad BT. Sesuai dengan letak lintang maka wilayah ini berada sedikit di sebelah utara khatulistiwa dengan iklim tropis. Cirinya adalah mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dan juga curah hujan yang sangat lebat di waktu tertentu. Sesuai dengan letak bujurnya maka, wilayah Brunei Darussalam memiliki waktu GMT+8.

Perairan Brunei yaitu seluas 500 km2 dengan panjang zona ekonomi ekslusif (ZEE) sepanjang 370 km. Brunei sangat terkenal sebagai salah satu penghasil minyak mentah di dunia. Ada beberapa daerah penghasil minyak bumi di kawasan ini yaitu kota Brunei, kota pelabuhan Muara, Seria, dan Kuala Belait.

Pemerintahan Brunei Darussalam

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pemerintahan di Brunei berbentuk monarki absolut, dipegang oleh Sultan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Seorang sultan dapat mengatur negaranya dengan memegang kekuasaan penuh.

Meskipun begitu, di masa modern ini Sultan Brunei masih mengakui prinsip-prinsip demokrasi dalam bernegara. Rakyat dan bawahannya boleh menyatakan pendapatnya asal sesuai dengan koridor dan aturan yang berlaku.

Negara ini memiliki dewan yang dibentuk seperti Dewan Legislatif, Dewan Eksekutif, Dewan Penasehat, Dewan Suksesi, dan Dewan Agama Negara. Setiap dewan memiliki tugas masing-masing tetapi hanya sebatas sebagai penasehat sultan. Segala keputusan ditentukan kemudian oleh sultan. Maka dari itu negara ini memiliki sistem politik yang sangat stabil.

Secara administratif, wilayah Brunei Darussalam dibagi menjadi 4 wilayah distrik yaitu:
  1. Distrik Belait dengan ibukota di Kuala Belait
  2. Brunei-Muara dengan ibukota di Bandar Seri Begawan
  3. Temburong dengan ibukota di Pekan Bangar
  4. Tutong dengan ibukota di Pekan Tutong

Profil Penduduk dan Bahasa

Suku yang mayoritas berkembang di wilayah ini adalah Suku Melayu yang menganut Agama Islam yakni sekitar 75%. Sedangkan sisanya dihuni oleh Suku Tionghoa dengan kisaran sekitar 15% yang menganut agama Budha atau Kristen. Sisanya yakni sekitar 10% dihuni oleh berbagai macam suku lainnya.

Kebanyakan penduduk berada di bagian barat wilayah. Sedangkan hanya sekitar 5% saja penduduk yang berada di bagian timur. Ini disebabkan karena bagian timur lebih terjal dan bergunung-gunung sehingga orang lebih memilih tinggal di tempat yang relatif datar dan dekat dengan sungai.

Bahasa nasional yang digunakan adalah Bahasa Melayu. Meskipun begitu hampir 90% masyarakatnya fasih berbahasa Inggris. Selain itu juga beberapa etnis Tionghoa menggunakan bahasa mereka sendiri.

Fakta Menarik Lainnya

Ada beberapa fakta menarik tentang Brunei Darussalam yaitu:
  1. Penjualan alkohol haram. Penduduk non-Muslim hanya boleh membawa 2 botol miras dan 12 botol bir setiap masuk ke Brunei.
  2. Mufti Brunei memfatwa haramkan rokok pada tahun 2011.
  3. Kelab malan dan pub dilarang beroperasi di Brunei sejak tahun 1990-an.
  4. Perempuan tidak mempunyai hak suara untuk memilih.
  5. Penduduk Brunei tidak membayar pajak penghasilan.
  6. Pendidikan, makanan, kesehatan, dan perumahan gratis ditanggung oleh negara.

Itulah profil negara Brunei Darussalam sebagai negara yang bertetangga dengan wilayah Kalimantan Indonesia. Meski luas wilayahnya berkali lipat lebih kecil dari Indonesia mereka dapat dikategorikan sebagai negara maju dan mensejahterakan rakyatnya.